<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/33194082?origin\x3dhttps://the-contraveritas.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Wednesday, January 02, 2008

Mansfield Park

Buku Jane Austen yang paling kontroversial, sekaligus paling kompleks.
Tokoh utamanya Fanny Price, anak dari keluarga kurang mampu yang diadopsi oleh keluarga tantenya sendiri.
Di rumah itu, cuma Edwin, salah satu sepupu Fanny yang benar-benar mengerti Fanny yang pendiam, pemalu, dan terkesan pasif. Kedua sepupu perempuannya. Maria dan Julia, lebih tertarik pada hal-hal lain, dan menganggap Fanny acuh tak acuh karena dia tidak mau mempelajari berbagai macam keterampilan yang dulu dianggap esensial untuk dipelajari kaum wanita.
Meskipun begitu Fanny adalah seorang yang cerdas, dan dia menunjukkan ketertarikan pada 'bisnis' perbudakan yang dilakukan Sir Thomas Bertram, pamannya di Antigua.

Mansfield Park sendiri tidak semenarik Pride and Prejudice karena tokoh utamanya terkesan pasif dan 'timid', dan tokoh utama prianya sendiri tidak terlalu menonjol serta terkesan bland.
Ada beberapa simbolisme menarik tentang perkawinan dalam novel ini. Dan seperti yang sudah disebutkan, novel ini mengkover subyek-subyek yang berbeda dibanding novel Jane Austen yang lain.

~ { 10:10 PM }
reflections of you and me;


0 Comments:

Post / Read Comments